Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Februari 2019

Voucher Hotspot di Userman



Apabila kita pergi ke cafe atau 'Warung Internet' dan ingin akses internet dengan layanan hotspot, kita akan diminta untuk membeli voucher. Pada voucher tersebut biasanya tertulis seperti 'Username', 'Password', 'Harga', 'Quota/Durasi Waktu'. Nah, lalu bagaimana cara membuat voucher tersebut? 

Mikrotik telah menyediakan sebuah sistem aplikasi yang mana digunakan untuk melakukan manajemen user dari layanan hotspot. Sistem aplikasi seperti yang sering kita dengar yaitu User Manager. Sistem aplikasi ini merupakan web based dan terintegrasi dengan fitur Radius yang ada di Router Mikrotik. Salah satu kelebihan dari sistem aplikasi ini adalah kita bisa men-generate voucher hotspot secara otomatis sesuai dengan data user yang ada pada list di UserManager. Untuk konfigurasi User Manager sudah kita bahas di artikel sebelumnya pada 'Tips & Trik'.

Pada pembahasan kali ini kita akan lebih memfokuskan bagaimana cara men-generate voucher hotspot dan juga memodifikasi tampilan dari voucher tersebut. Dalam membuat voucher hotspot sebetulnya cukup mudah. Pertama, kita masuk ke menu 'Users' pada User Manager, kemudian pilih akun mana yang akan di cetak dalam voucher. Selanjutnya klik Generate > Vouchers. 

 
Kita bisa menentukan apakah hasil dari voucher tadi akan disimpan dalam bentuk file atau langsung di tampilkan pada halaman web browser. Jika kita ingin menyimpan dalam bentuk file kita centang opsi 'Download as File'. Pada contoh kali ini kita akan langsung menampilkan voucher pada halaman web browser. Selanjutnya klik pada tombol 'Generate'. Secara otomatis akan ditampilkan sebuah voucher yang berisi informasi standart dari sistem. 

 


Modifikasi Tampilan Voucher Hotspot

Kita juga bisa melakukan editing terhadap tampilan standart dari voucher hotspot tersebut sesuai dengan yang kita inginkan. Untuk mengubah tampilan tersebut, kita masuk pada menu 'Settings' pilih pada Tab Template. Jangan lupa untuk menetukan parameter 'Name = Vouchers'. Nah, disini kita akan melakukan editing script yang digunakan untuk men-generatevoucher. Karena menggunakan script HTML, setidaknya kita telah familiar dengan bahasa HTML. 

 

Ada sebuah parameter khusus dari User Manager yang bisa di aplikasikan dengan bahasa HTML yang nantinya secara otomatis akan menampilkan informasi data dari akun user seperti pada konfigurasi di user profile. Parameter tersebut dikenal sebagai Character Constants.
Untuk parameter yang kita gunakan pada contoh pembahasan kali ini yaitu,

%u_username% : Username
%u_password% : Password 
%u_actualProfileName%
  : Nama User Profile
%u_moneyPaid% : Harga dari voucher

Masih banyak Character Constants yang dapat digunakan untuk membuat informasi data secara otomatis. Kita bisa melihatnya pada link berikut.

Nah, contoh tampilan voucher yang telah kita buat seperti di bawah ini. 

  
  

Surat elektronik

Surat elektronik

Tanda et, sebuah bagian dari setiap SMTP kotak surel[1]
Surat elektronik (akronim: ratel, ratron, surel, atau surat-e) atau pos elektronik (akronim: pos-el.) atau imel (bahasa Inggris: email) adalah sarana kirim mengirim surat melalui jalur jaringan komputer (misalnya Internet).

Lima langkah dalam proses pengiriman surel.
Dengan surat biasa umumnya pengirim perlu membayar per pengiriman (dengan membeli perangko), tetapi surat elektronik umumnya biaya yang dikeluarkan adalah biaya untuk membayar sambungan Internet. Tapi ada perkecualian misalnya surat elektronik ke telepon genggam, kadang pembayarannya ditagih per pengiriman.

Tanda et, sebuah bagian dari setiap SMTP kotak surel[1]
Surat elektronik (akronim: ratel, ratron, surel, atau surat-e) atau pos elektronik (akronim: pos-el.) atau imel (bahasa Inggris: email) adalah sarana kirim mengirim surat melalui jalur jaringan komputer (misalnya Internet).


Lima langkah dalam proses pengiriman surel.
Dengan surat biasa umumnya pengirim perlu membayar per pengiriman (dengan membeli perangko), tetapi surat elektronik umumnya biaya yang dikeluarkan adalah biaya untuk membayar sambungan Internet. Tapi ada perkecualian misalnya surat elektronik ke telepon genggam, kadang pembayarannya ditagih per pengiriman.

Sejarah
Surat elektronik sudah mulai dipakai pada tahun 1960-an. Pada saat itu Internet belum terbentuk, yang ada hanyalah kumpulan 'mainframe' yang terbentuk sebagai jaringan. Mulai tahun 1980-an, surat elektronik sudah bisa dinikmati oleh khalayak umum. Sekarang ini banyak perusahaan pos di berbagai negara menurun penghasilannya disebabkan masyarakat sudah tidak memakai jasa pos lagi.
Surel Pertama Di Dunia
Konsep surel pertama kali dikemukakan oleh Ray Tomlinson pada akhir tahun 1971. Ray Tomlinson pada saat itu bekerja untuk Bolt Beranek and Newman "BBN" milik lembaga pertahanan Amerika. Pada awalnya" Ray bereksperimen dengan program komputer yang bernama SNDMSG yang pada saat itu digunakan untuk meninggalkan pesan pada komputer, sehingga orang yang memakai komputer dapat membaca pesan yang ditinggalkan oleh pemakai komputer "saat itu normal ketika banyak orang menggunakan komputer yang sama secara bergantian".

Eksperimen Ray kemudian dilanjutkan dengan menghubungkan SNDMSG melalui file protocol yang bernama CYPNET sehingga program SNDMSG dapat mengirimkan pesan ke komputer lain" namun masih berada dalam satu jaringan ARPAnet.
Eksperimen tersebut berhasil dan Itulah awal terciptanya surel.
Pesan surel pertama kali yang dikirim oleh Ray pada 1971 merupakan surel pertama di dunia. Isi Pesan berupa "kata kata tes" sepenuhnya dilupakan, Kemungkinan pesan pertama yang dikirimkannya adalah QWERTYUIOP atau huruf serupa," kata Ray dalam akun Flickr miliknya. Pada tahun 1972, Ray mengenalkan lambang @ "Indonesia dibaca ET" sebagai identitas email untuk memisahkan antara Identitas pengguna dengan domain. @ "bahasa inggris ditulis AT" artinya adalah "kepada".
Alamat surel
Struktur alamat surel, sebagai contoh:
surelsaya@surabaya.vibriel.net.id
Keterangan:
surelsaya: nama kotak surat (mailbox) atau nama pengguna (username) yang ingin dituju dalam mailserver
surabaya.vibriel.net.id: nama mailserver tempat pengguna yang dituju, rinciannya:
surabaya: subdomain (milik pemegang nama domain), biasanya merujuk ke suatu komputer dalam lingkungan pemilik domain
vibriel: nama domain, biasanya menunjukkan nama perusahaan/organisasi/perorangan (Vibriel)
net: second level domain, menunjukkan bahwa domain ini termasuk kategori networking (net)
id: top level domain, menunjukkan bahwa domain ini terdaftar di otoritas domain Indonesia (id)
Metode pengiriman
Untuk mengirim surat elektronik kita memerlukan suatu program mail-client. Surat elektronik yang kita kirim akan melalui beberapa poin sebelum sampai di tujuan. Mulai dari surat elektronik dikirim → Internet → POP3 server penyedia surel penerima → mail client (di komputer si penerima) → surat elektronik dibaca si penerima
Terlihat surat elektronik yang terkirim hanya melalui 5 poin (selain komputer pengirim dan penerima). Sebenarnya lebih dari itu sebab setelah surat elektronik meninggalkan POP3 Server maka itu akan melalui banyak server-server lainnya. Tidak tertutup kemungkinan surat elektronik yang kita kirim disadap orang lain. Maka dari itu bila surat elektronik yang kita kirim mengandung isi yang sensitif sebaiknya kita melakukan tindakan pencegahan, dengan mengacak (enkripsi) data dalam surat elektronik tersebut (contohnya menggunakan PGP, sertifikat digital, dan lain-lain)
Cara membaca surat elektronik
Surat elektronik pada mulanya disimpan di dalam sebuah mailserver. Biasanya bila seseorang memakai koneksi ISP untuk sambungan ke internet, ia akan diberikan satu surat elektronik gratis. Surat elektronik yang diterima akan disimpan di server surat elektronik ISP.
Ada dua cara untuk mengakses surat elektronik:
Dengan cara menggunakan peramban web, seperti Mozilla Firefox. Metode ini disebut sebagai web-based, artinya kita menggunakan media web sebagai perantara ke kotak surat elektronik. Contoh: Yahoo! Mail dan Gmail. Untuk menggunakannya, pengguna haruslah dalam keadaan daring. Layanan surat elektronik berbasis web biasanya disediakan oleh penyelenggara layanan surel gratis.
Menggunakan program pengakses surat elektronik (e-mail client), seperti: Eudora Mail, Outlook Express, Windows Mail, Mozilla Thunderbird, Mutt. Dengan menggunakan program seperti ini, seseorang harus mengetahui konfigurasi yang bisa didapat dari ISP. Keuntungannya adalah dapat membaca surat elektronik tanpa perlu terhubung secara terus-menerus dengan internet dan puluhan surat elektronik dapat diterima dan dikirimkan secara bersama-sama sekaligus. Kelebihan yang lainnya adalah perangkat lunak ini menyediakan fungsi-fungsi penyuntingan dan pembacaan surel secara luring. Dengan demikian biaya koneksi ke internet dapat dihemat.
Etika penggunaan surat elektronik
Etika dalam surat elektronik sama dengan etika dalam menulis surat biasa. Ada surat elektronik yang isinya formal ada yang informal. Beberapa poin penting. 
Jangan mengirim surat elektronik dengan lampiran (attachment) yang terlalu besar (lebih dari 512 kB). Tidak semua orang mempunyai akses Internet yang cepat, dan ada kemungkinan lampiran tersebut melebihi kapasitas surat elektronik penerima, sehingga akan ditolak mailserver penerima. Selain itu, perhatikan juga bahwa beberapa penyedia surat elektronik juga menerapkan batasan tentang jumlah, jenis, dan ukuran surat elektronik yang dapat diterima (dan dikirim) penggunanya,
Jangan mengirim lanjut (forward) surat elektronik tanpa berpikir kegunaan bagi orang yang dituju.
Selalu isi kolom subjek, jangan dibiarkan kosong.
Dalam mengutip tulisan orang lain, selalu usahakan mengutip seperlunya, jangan mau gampangnya mengutip seluruh tulisan orang itu:
dalam menjawab surat elektronik orang lain, kutip bagian yang kita tanggapi saja, selain lebih jelas juga tidak memakan waktu / jatah akses penerima,
dalam mengutip tulisan orang ketiga, ingat hak cipta: kutip sesedikit mungkin dan rujuk ke tulisan aslinya.
Jangan menggunakan huruf kapital karena dapat menimbulkan kesan anda BERTERIAK.
Gunakan kata-kata dengan santun. Adakalanya sesuatu yang kita tulis akan terkesan berbeda dengan apa yang sebetulnya kita maksudkan.
Keamanan
Keamanan data di surat elektronik tidaklah terjamin dan selalu ada risiko terbuka untuk umum, dalam artian semua isinya dapat dibaca oleh orang lain. Hal ini disebabkan oleh karena surat elektronik itu akan melewati banyak server sebelum sampai di tujuan. Tidak tertutup kemungkinan ada orang yang menyadap surat elektronik yang dikirimkan tersebut.
Surat elektronik dapat diamankan dengan melakukan teknik pengacakan (enkripsi). Salah satu program enkripsi yang populer adalah PGP (Pretty Good Privacy). Dengan memakai PGP maka isi akan dienkrip, dan hanya orang yang tertuju dapat mendekripsi dan membaca surat elektronik tersebut. Kerugiannya adalah membuat repot pihak pengirim dan penerima (karena keduanya harus memiliki program PGP, dan pengirim juga harus memiliki kunci umum penerima, dan melakukan enkripsi pesan dengan kunci tersebut).