Tampilkan postingan dengan label Saham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Oktober 2021

Dampak Globalisasi

Dampak Globalisasi

Secara sederhana globalisasi ekonomi dapat diartikan sebagai suatu proses dimana semakin banyak negara yang terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi global. Globalisasi memberikan dampak terhadap perekonomian suatu negara, baik secara positif maupun negatif, tergantung pada kesiapan negara tersebut dalam menghadapi peluang–peluang maupun tantangan–tantangan yang muncul dari proses tersebut. Berikut akan dibagi dua; dampak postif dan dampak negatif dari globalisasi perekonomian.

POSITIF.


  1. Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat berbagai negara lebih banyak mengimpor barang dari luar negeri. Ini menyebabkan konsumen mempunyai lebih banyak pilihan barang. Selain itu, konsumen dapat menikmati barang dengan harga yang lebih rendah dan lebih baik. Hal ini dapat meningkatkan kemakmuran pada suatu Negara.
  2. Memperoleh lebih banyak modal serta tingkat teknologi yang lebih baik. Modal yang dapat diperoleh dari investasi asing dalam ruang lingkup yang lebih luas dan terutama dapat di nikmati negara-negara berkembang akibat kekurangan modal dan tenaga terdidik serta tenaga ahli berpengalaman.
  3. Adapun pengaruh globalisasi pada jaringan informasi. Bentuk globalisasi jaringan informasi dapat dilihat pada masyarakat suatu negara dimana dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari berbagai negara di dunia dengan majunya teknologi. Jaringan komunikasi yang makin maju membantu meluasnya pasar ke penjuru dunia untuk produk yang sama. Sehingga berakibat pada selera masyarakat negara-negara di dunia, yang ada di kota maupun di desa menuju selera global.
  4. Penyediaan dana tambahan bagi pembangunan di bidang ekonomi. Pembangunan di berbagai sektor lainnya bukan hanya dikembangkan perusahaan asing, namun terutama investasi dari perusahaan swasta domestik. Perusahaan ini kerap memerlukan modal dari bank atau pasar saham. Dana luar negeri terutama dari negara maju yang masuk pasar uang dan pasar modal dalam negeri membantu penyediaan modal yang dibutuhkan.

 

NEGATIF.

  1. Globalisasi ekonomi menyebabkan negara-negara berkembang tidak bisa lagi memakai tarif tinggi untuk memproteksi industri yang baru berkembang (infant industry). Sehingga, perdagangan luar negeri yang cukup bebas menimbulkan hambatan bagi negara berkembang dalam memajukan sektor industri. Selain itu, dapat menyebabkan semakin meningkatnya ketergantungan pada industri-industri yang dimiliki perusahaan multinasional.
  2. Munculnya revolusi teknologi informasi dewasa ini dan di masa depan tidak hanya membawa dampak pada perkembangan teknologi itu sendiri, akan tetapi juga akan mempengaruhi aspek kehidupan lain seperti agama, kebudayaan, sosial, politik, kehidupan pribadi, masyarakat bahkan bangsa dan negara. Jaringan informasi global atau internet saat ini telah menjadi salah satu sarana untuk melakukan kejahatan baik domestik maupun internasional. Hal ini  menjadi  motif  dan  modus   yang  amat menarik bagi para pelaku kejahatan digital (cyber crime)Cyber crime dewasa ini mengalami perkembangan pesat tanpa mengenal batas wilayah negara lagi, karena kemajuan teknologi yang digunakan para pelaku cukup canggih dalam aksi kejahatan Perbuatan ini jelas akan menimbulkan kerugian besar dialami para korban yang sulit untuk dipulihkan dalam waktu singkat mengingat adapula antibodi virus tidak mudah ditemukan oleh pembuat software komputer. Wajar kejahatan di dunia maya akan menjadi momok baru yang menakutkan bagi setiap orang bahkan masyarakat internasional dewasa ini terlebih mereka yang memanfaatkan internet/ dunia online dalam bisnis mereka serta menakutkan  masa depan akibat kemajuan teknologi yang digunakan bukan untuk tujuan yang bermanfaat bagi umat manusia, akan tetapi menghancurkan hasil rasa, karsa dan cipta orang lain.
  3. Sektor keuangan semakin tidak stabil. Arus investasi yang semakin besar menjadi salah satu efek dari globalisasi. Investasi dalam hal ini terutama meliputi partisipasi dana dari luar negeri ke pasar saham. Di saat pasar saham mengalami peningkatan, dana ini akan mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah baik dan nilai uang akan bertambah baik. Dan sebaliknya, di saat harga-harga saham menurun, dana dalam negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca pembayaran cenderung menjadi makin buruk serta nilai mata uang dalam negeri merosot. Ketidakstabilan di sektor keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomi secara keseluruhan.
  4. Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dalam jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau malah semakin memburuk.

Pada intinya, Globalisasi adalah kecenderungan perusahaan untuk memperluas bisnis ataupun penjualan, kepemilikan, dan/ atau manufaktur kepada pasar baru di luar negeri. Dampak globalisasi sangatlah berpengaruh pada dunia bisnis yang berpengaruh pula pada Sumber Daya Manusia (SDM). SDM memegang peranan penting dalam menunjang pengimplementasian suatu strategi perusahaan. Dunia bisnis akan semakin berorientasi global terlebih lagi jika implementasi perdagangan bebas menjadi kenyataan. Globalisasi memang mempunyai dampak yang besar bagi SDM namun seiring berkembangnya teknologi dan pengetahuan yang luas pula Indonesia juga mampu membuat SDM manusia yang berkualitas. Selain itu perusahaan sebagai pelaku bisnis juga harus mampu membuat strategi dalam mengidentifikasikan bisnis masa depan, menganalisis, merencanakan serta mengimplementasi strategi yang tepat dan juga  esensial dan menentukan misalnya melalui transformasi organisasi dalam menghadapai globalisasi ekonomi tersebut.

Faktor Pendorong Globalisasi Eksternal

Faktor Pendorong Globalisasi Eksternal.

Faktor eksternal munculnya globalisasi berasal dari luar negeri atau perkembangan dunia, yang diantara lain adalah:

1. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Globalisasi tidak akan bisa lepas dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan pesatnya ilmu dan teknologi, manusia dapat melakukan suatu penelitian sekaligus menciptakan fasilitas yang memudahkan kerja dan aktivitas sehari-hari.

Kemajuan ilmu dan teknologi menghasilkan alat-alat komunikasi dan transportasi yang serba canggih. Dapat mempermudah arus informasi dan transportasi secara cepat tanpa mengenal ruang dan waktu. Perkembangan sarana komunikasi yang semakin canggih juga merupakan salah satu bentuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendorong munculnya globalisasi.

2. Kesepakatan internasional tentang pasar bebas

Hadirnya perdagangan bebas merupakan hal-hal yang bisa menguatkan terjadinya globalisasi di dunia ini. Tentunya, fenomena ini bisa terjadi karena mayoritas negara-negara yang ada saat ini menerapkan sistem ekonomi terbuka, seperti setiap negara bisa bekerjasama dengan negara lainnya. Dan tentunya Indonesia pun melakukan hal ini dengan negara lainnya. Hal ini menuntut adanya komunikasi yang semakin intensif antar negara-negara di dunia.

3. Keberhasilan perjuangan pro demokrasi/politik dunia

Keberhasilan perjuangan prodemokrasi di berbagai negara di dunia sedikit banyak memberi inspirasi munculnya tuntutan transparansi dan globalisasi di sebuah negara. Salah satu penyebab munculnya demokratisasi di berbagai belahan dunia adalah setelah runtuhnya Uni Soviet.

4. Meningkatnya fungsi dan peran lembaga-lembaga internasional

Lembaga internasional tersebut, seperti IMF, PBB, Palang Merah Dunia, ASEAN, WTO yang membuka peluang bagi setiap negara untuk duduk bersama membahas masalah-masalah negara maupun perkembangan internasional.

5. Perkembangan HAM di negara-negara belahan dunia

Perkembangan Hak Asasi Manusia (HAM) menuntut kepedulian masyarakat internasional untuk turut memengaruhi upaya perlindungan maupun penegakkan HAM. Seperti halnya di Indonesia yang masih intens atas pelanggaran HAM di dalam negeri.

6. Kemudahaan dalam migrasi

Saat ini semakin banyak orang yang bermigrasi atau berpindah dari satu negara ke negara lain dengan berbagai macam tujuan misalnya saja untuk bekerja, menuntut ilmu, wisata, dan berbagai macam keperluan lainnya.

Hal ini yang membuat orang-orang yang ada dalam suatu daerah sudah terbiasa dengan orang-orang pendatang yang datang dari daerah lainnya misalnya Bali dengan turis-turis internasionalnya.

Faktor Internal

Faktor internal munculnya globalisasi berasal dari dalam negeri itu sendiri, antara lain seperti berikut:

1. Ketergantungan sebuah negara terhadap negara lain

Negara yang berkembang sangat membutuhkan barang-barang dan jasa dari negara negara maju untuk membangun negerinya. Demikian pula negara-negara maju perlu menjalin hubungan komunikasi dengan negara-negara lain guna mengekspor produk atau barang-barangnya.

2. Kebebasan pers atau media

Kebebasan pers atu media sangat berperan penting dalam era globalisasi. Sebab pers merupakan penghubung antara sebuah negara dengan masyarakatnya ataupun antara negara dengan negara lain

3. Berkembangnya transparansi dan demokrasi pemerintahan

Kesadaran para pemegang kekuasaan dengan paradigma baru untuk menjadi pemimpin yang bersih, berwibawa, adil dan transparan. Biasanya pemerintahan dengan manajemen yang cenderung otoriter yang tidak memberi jaminan pada rakyatnya untuk mengakses pemerintahan.

Hal ini mendorong perubahan menuju pemerintahan yang transparan yang memberi kebebasan dan jaminan bagi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat untuk melakukan pengawasan.

4. Berkembangnya cara berpikir dan semakin majunya pendidikan masyarakat

Hal ini menjadikan masyarakat semakin kritis terhadap berbagai informasi dan perkembangan dunia. Masyarakat semakin haus akan informasi, sehingga berbagai keadaan dunia mudah diketahui oleh masyarakat.

Pengertian Globalisasi

Pengertian Globalisasi

Kata globalisasi sebenarnya merupakan serapan dari bahasa asing yaitu bahasa Inggris globalization. Kata globalization sendiri sebenarnya berasal dari kata global yang berarti universal yang mendapat imbuhan ization yang bisa dimaknai sebagai proses. Jadi dari asal mula katanya, globalisasi bisa diartikan sebagai proses penyebaran unsur-unsur baru baik berupa informasi, pemikiran, gaya hidup maupun teknologi secara mendunia.

Globalisasi diartikan sebagai suatu proses dimana batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit karena kemudahan interaksi antara negara baik berupa pertukaran informasi, perdagangan, teknologi, gaya hidup dan bentuk-bentuk interaksi yang lain. Achmad Suparman (dalam Rahmanilah, 2015) menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi belum memiliki pengertian yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang menilai sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia semakin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.

Globasisasi dapat diartikan sebagai sebuah proses dimana batas-batas dalam suatu negara menjadi bertambah sempit, karena adanya kemudahan dalam berinteraksi antar negara baik perdagangan, gaya hidup, informasi maupun dalam bentuk interaksi yang lain. Globalisasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses dimana dalam kehidupan sehari-hari, informasi dan ide-ide menjadi tolak ukur standar di seluruh dunia. Proses tersebut diakibatkan oleh bertambah canggihnya teknologi informasi dan komunikasi serta transportasi dan kegiatan ekonomi yang sudah memasuki pasar dunia.

Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantunan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga, batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses pengintegrasian manusia dengan segala macam aspek-aspeknya dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh dan lebih besar.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Globalisasi dapat juga diartikan sebagai proses penyebaran unsur-unsur baru baik berupa informasi, pemikiran, gaya hidup maupun teknologi secara mendunia.

Pengertian Globalisasi Ekonomi

Globalisasi ekonomi dapat didefinisikan sebagai suatu kehidupan ekonomi secara global dan terbuka, tanpa mengenal batasan teritorial atau kewilayahan antara negara satu sama lain. Sisi kegiatan investasi perdagangan dan bergerak menuju liberalisasi perdagangan dan investasi dunia secara keseluruhan.

Globalisasi ekonomi erat kaitannya dengan perdagangan bebas. Free trade atau perdagangan bebas berusaha menciptakan kawasan perdagangan yang makin luas dan menghilangkan hambatan-hambatan tidak lancarnya perdagangan internasional.

Pengertian globalisasi ekonomi merupakan suatu proses aktivitas ekonomi dan perdagangan, dimana berbagai negara di seluruh dunia menjadi kekuatan pasar yang satu dan semakin terintegrasi tanpa hambatan atau batasan teritorial negara. Globalisasi perekonomian ini berarti adanya keharusan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus barang, jasa serta modal.

Contoh dari adanya gobalisasi ekonomi adalah sebagai berikut:

  1. Banyaknya Supermarket;
  2. Adanya jual beli online yang memungkinkan melakukan transaksi dengan orang yang jauh;
  3. Terciptanya mesin-mesin canggih untuk menunjang proses produksi;
  4. Adanya Ekspor dan Impor;
  5. Masuknya produk luar negeri dengan mudah; dan
  6. Terbukanya pasar bursa Internasional.

Perwujudan nyata terjadinya globalisasi ekonomi menurut Tanri Abeng (dalam Sidratullah, 2014) terjadi dalam bentuk-bentuk sebagai berikut:

  1. Globalisasi produksi. Dalam hal ini, perusahaan berproduksi di berbagai Negara dengan tujuan agar biaya produksi jadi lebih rendah. Upaya ini dilakukan baik karena rendahnya upah buruh, tarif bea masuk murah, infrastruktur memadai ataupun karena adanya iklim usaha dan politik yang mendukung atau kondusif. Dunia dalam kondisi ini menjadi lokasi manufaktur global.
  2. Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global dalam hal ini mempunyai akses untuk mendapatkan pinjaman atau melakukan kegiatan investasi (baik dalam bentuk portofolio maupun langsung) di seluruh negara di dunia. Contohnya, PT. Telkom dalam upaya memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT. Jasa Marga dalam usahanya memperluas jaringan jalan tol telah menggunakan sistem pembiayaan dengan pola build-operate-transfer (BOT) bersama mitra usaha dari mancanegara.
  3. Globalisasi tenaga kerja. Hadirnya tenaga kerja asing adalah gejala terjadinya globalisasi di bidang tenaga kerja. Perusahaan global dalam kondisi ini akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai tingkatannya, misalnya penggunaan staf profesional dari tenaga kerja yang sudah memiliki pengalaman internasional atau pemanfaatan buruh kasar yang umumnya diperoleh dari negara-negara berkembang.
  4. Globalisasi jaringan informasi. Bentuk globalisasi jaringan informasi dapat dilihat pada masyarakat suatu negara dimana dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari berbagai negara di dunia dengan majunya teknologi, diantaranya melalui: Radio, TV, media cetak, dan lain-lain. Jaringan komunikasi yang makin maju membantu meluasnya pasar ke penjuru dunia untuk produk yang sama. Contohnya: Celana jeans levi's, KFC, atau hamburger yang telah melanda pasar di seluruh dunia, sehingga berakibat pada selera masyarakat negara-negara di dunia, yang ada di kota maupun di desa menuju selera global.
  5. Globalisasi Perdagangan. Di bidang perdangan, globalisasi terwujud dalam bentuk penyeragaman dan penurunan tarif serta penghapusan hambatan-hambatan non tarif, sehingga kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi makin ketat, cepat dan fair.

Selasa, 05 Oktober 2021

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis

Setelah mengerti apa itu bisnis, selanjutnya kita bahas tentang bentuk-bentuk kepemilikan bisnis yang ada di Indonesia yang terdiri dari usaha milik swasta maupun negara.

  1. Perusahaan Perseorangan

Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang dimiliki oleh 1 orang saja. Sehingga pemilik perusahaan ini mempunyai tanggung jawab sekaligus kuasa tak terbatas atas perusahaan beserta aset-asetnya. Karena ialah yang memiliki, mengelola, sekaligus memimpin perusahaan tersebut. Semua risiko yang terjadi pada perusahaan, ia yang menanggungnya. Keuntungan dari bentuk bisnis ini antara lain :

  • Pemilik memiliki kekuasaan penuh untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan perusahaan, sehingga keputusan dapat segera dilaksanakan tanpa ada hambatan perbedaan pendapat atau semacamnya.
  • Semua keuntungan perusahaan menjadi miliki ia pribadi sepenuhnya.
  • Pemilik lebih giat dan bekerja keras dalam menjalankan bisnis
  • Terjaminnya rahasia perusahaan
  • Syarat pendirian yang mudah dan sederhana dibanding bentuk bisnis yang lain

Selain keuntungan, perusahaan perseorangan memiliki beberapa kelemahan yaitu :

  • Seluruh aset pribadi turut menjadi jaminan atas utang-utang perusahaan karena tanggung jawab pemilik yang tidak terbatas
  • Pengelolaan manajemen cenderung rumit dan kompleks karena semua kegiatan manajemen hanya dilaksanakan oleh 1 orang pemilik perusahaan saja
  • Sumber dana perusahaan terbatas karena sangat tergantung pada kemampung sang pemilik perusahaan untuk mencari sumber-sumber dana
  • Kelangsungan perusahaan kurang terjamin, karena operasional perusahaan akan berhenti ketika (misal) pemilik perusahaan meninggal atau terjerat kasus hukum
  1. Firma

Firma adalah bisnis yang terjalin atas persekutuan 2 orang atau lebih dengan menggunakan nama bersama dalam menjalankan usaha. Tanggung jawab dari setiap anggota firma tidak terbatas, dengan pembagian keuntungan atau pun pertanggungan kerugian yang sama oleh masing-masing anggota. 

Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) pasal 16 mengatur tentang ketentuan terkait dengan firma, yang diperkuat melalui Kitab Undang-Undang Hukum Perdata pasal 16 dan 18 dengan inti yang menyebutkan hal-hal sebagai berikut :

  • Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
  • Seorang anggota tidak boleh memasukkan seseorang untuk menjadi anggota firma tanpa persetujuan dari seluruh anggota yang lain
  • Keanggotaan tidak bisa dipindahtangankan pada pihak lain selama anggota tersebut masih hidup
  • Tidak ada pemisahan harta pribadi dengan harta perusahaan karena tanggung jawab anggota yang tidak terbatas. Sehingga harta pribadi pun menjadi jaminan atas utang-utang firma
  • Anggota yang tidak menyetorkan dana sebagai modal namun berperan dalam usaha dan tenaga, maka ia akan mendapatkan bagian keuntungan maupun kerugian yang sama dengan anggota yang menyetor modal dana terkecil

Adapun keuntungan firma yaitu :

  • Pengelolaan manajemen yang lebih baik karena terdapat pembagian kerja pada anggota yang banyak
  • Syarat pendirian firma yang relatif mudah karena tidak perlu akta pendirian usaha

Memiliki banyak sumber dana atau modal bagi perusahaan sehingga jika mengajukan kredit akan mudah disebabkan kemampuan keuangan yang cukup besar dari banyak anggota. 

Kelemahan firma adalah :

  • Harta pribadi menjadi jaminan atas utang perusahaan
  • Kerugian yang disebabkan oleh 1 orang anggota harus ditanggung bersama anggota firma yang lain
  • Kelangsungan usaha kurang terjamin karena apabila seorang anggota mengundurkan diri dari perjanjian usaha bersama, otomatis firma akan bubar
  1. Perseroan Komanditer

CV adalah kepanjangan dari commaditaire vennotschap dalam bahasa Belanda. CV merupakan persekutuan bisnis yang didirikan oleh 2 orang atau lebih yang menyerahkan sekaligus memercayakan uangnya untuk kemudian digunakan sebagai modal CV. Perseroan ini bisa dianggap sebagai perluasan dari bentuk perusahaan perseorangan.

Anggota perseroan ini disebut sebagai sekutu, yang terbagi menjadi 2 yaitu :

  • Sekutu komplementer, ialah anggota yang bersedia menjadi pengelola manajemen perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan menjadikan harta pribadi sebagai jaminan perusahaan
  • Sekutu komanditer, ialah anggota yang menyetorkan uangnya sebagai modal CV dengan tanggung jawab terbatas sesuai dengan jumlah harta yang disetor pada perusahaan.

Kelebihan dari bentuk CV ini antara lain :

  • Syarat dan cara pendirian yang relatif mudah
  • Kemampuan manajemen bisa lebih baik dan besar karena adanya anggota yang banyak
  • Besarnya kesempatan untuk berkembang dalam usaha
  • Mudah mendapatkan sumber dana
  • Perolehan modal yang lebih besar dari anggota yang banyak

Namun CV memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut :

  • Sulit menarik ekmbali dana modal terutama pada sekutu komplementer
  • Tanggung jawab tidak terbatas pada sekutu komplementer

Kelangsungan usaha tidak terjamin karena jika sekutu komplementer meninggal atau terjerat hukum maka CV bisa bubar, kecuali sekutu komanditer bersedia menjadi sekutu komplementer untuk menggantikan tanggung jawab. 

  1. Perseroan Terbatas (PT)

Adalah bentuk bisnis yang terdapat pemisahan pada harta, hak dan kewajiban pribadi dengan pendiri maupun pemilik perusahaan. Perseroan terbatas memiliki modal usaha berupa saham yang dimiliki oleh pendiri, sekutu atau pun pihak lain yang mengambil bagian melalui pembelian saham. Dan para pemilik modal saham tersebut memiliki tanggung jawab yang terbatas atas utang-utang perusahaan sesuai porsi modal saham yang dimilikinya.

Kebaikan dari PT ini adalah :

  • Tidak ada risiko pada harta pribadi karena tanggung jawab pemilik modal yang terbatas
  • Saham yang dimiliki dapat diperjualbelikan kembali pada pihak lain di luar perusahaan dengan cara yang relatif mudah
  • Mudahnya mendapatkan modal dari penjualan saham sehingga memungkinkan pengembangan usaha
  • Pengelolaan manajemen yang lebih efektif dan efisien

Kelemahan-kelemahan PT yaitu :

  • Biaya pendirian yang mahal dan rumit
  • Kurang terjaminnya rahasia perusahaan karena banyaknya pemilik modal saham
  • Hubungan yang kurang efektif dan harmonis antar pemilik saham. 
  1. Perseroan Terbatas Negeri (Persero)

Awalnya Persero lebih dikenal dengan Perusahaan Negara (PN). Berubah nama menjadi Persero karena PN mengadakan pembentukan modal dengan memberikan penawaran pada pihak swasta. Ciri-ciri dari Persero antara lain :

  • Tujuan usaha adalah mencari keuntungan maksimal
  • Berstatus hukum perdata seperti PT
  • Modal dimiliki oleh negara
  • Dipimpin oleh direksi
  • Tidak memiliki hak pada fasilitas negara
  • Status karyawan adalah karyawan perusahaan swasta
  • Pemerintah hanya berperan sebagai pemegang saham. Hak suara pemerintah berdasar atas saham yang dimiliki atau berdasar perjanjian yang telah disepakati sebelumnya
  • Saham dapat dijual pada pihak swasta
  • Dapat melakukan kerja sama dengan pihak swasta
  1. Perusahaan Negara Umum (Perum)

Perum adalah bentuk bisnis milik negara dengan tujuan mencari keuntungan namun dengan tidak mengabaikan kesejahteraan masyarakat. Jadi kegiatan usaha Perum adalah untuk melayani kepentingan umum dengan bidang-bidang usaha vital bagi masyarakat. Perum dipimpin oleh direksi dengan pengelolaan usaha diatur dalam hukum perdata. Pihak swasta boleh menamankan modal pada Perum. 

  1. Perusahaan Negara Jawatan (Perjan)

Perjan adalah bentuk bisnis negara yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat umum dengan memperhatikan faktor efisiensi. Perjan merupakan bagian dari Direktorat Jenderal sehingga memiliki hak pada fasilitas-fasilitas negara.

Status seluruh karyawan Perjan adalah pegawai negeri. Perjan memiliki hubungan hukum publik, artinya jika terjadi sengketa, Perjan berkedudukan sebagai pemerintah.

  1. Perusahaan Daerah

Adalah bentuk bisnis dengan kepemilikan saham oleh pemerintah daerah dengan pemisahan harta antara milik perusahaan dengan milik negara. Tujuan perusahaan ini adalah untuk mencari keuntungan yang digunakan untuk pembangunan daerah.

Pengelolaan Perusahaan Daerah oleh kepala daerah setempat sesuai Surat Keputusan Menteri dalam Negeri no. 18 tahun 1969. 

  1. Koperasi

Koperasi adalah bentuk bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan yang bekerja sama dengan asas kekeluargaan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota. Prinsip koperasi terdiri dari :

  • Keanggotaan bersifat sukarela
  • Pengelolaan usaha secara demokrasi
  • Pembagian SHU secara adil sesuai dengan besar jasa masing-masing anggota
  • Pemberian balas jasa terbatas sesuai modal yang disetor

Ciri-ciri koperasi antara lain :

  • Mendahulukan kepentingan anggotanya
  • Anggota bebas keluar-masuk keanggotaan
  • Tujuan usaha untuk kesejahteraan anggotanya
  • Didirikan secara tertulis melalui akta pendirian dari notaris
  • Tanggung jawab usaha ada pada pengurus koperasi
  • Kekuasaan tertinggi terletak pada rapat anggota

Macam koperasi ada 4, yaitu :

  • Koperasi Simpan Pinjam
  • Koperasi Produksi
  • Koperasi Konsumsi
  • Koperasi Usaha

Tujuan Berwirausaha

Tujuan Berwirausaha

Berikut beberapa tujuan dari seorang wirausaha yang seharusnya:
  • Berusaha dan bertekad dalam meningkatkan jumlah para wirausaha yang baik dengan kata lain ikut serta dalam mengader manusia manusia calon wirausaha untuk membangun jaringan bisnis yang lebih baik
  • Ikut serta dalam mewujudkan kemampuan para wirausaha untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dan Negaranya
  • Ikut serta dalam menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran serta orientasi kewirausahaan yang kokoh.
  • Menyebarluaskan dan membuat budaya ciri ciri kewirausahaan disekitarnya terutama dalam masyarakat
  • Mengembangkan dalam bentuk inovasi dan kreasi agar tercipta dinamika dalam kewirausahaan atau dunia bisnis sehingga kemakmuran dapat tercapai

Ciri ciri Wirausaha

Ciri ciri Wirausaha 

Seseorang dikatakan wirausaha sudah tentu memenuhi definisi wirausaha itu sendiri, untuk lebih jelasnya silahkan dibaca  ciri ciri wirausaha dibawah ini:
 
1. Memiliki keberanian mempunyai daya kreasi
Seorang wirausaha haruslah memiliki keberanian dalam memiliki daya kreasi atau tidak takut untuk bermimpi dan merencanakan. Segala ketakutan akan sia sia dalam bermimpi dan berencana haruslah dihilangkan. Setidaknya harus diingat STOP (Stop “berhenti, Think “berpikir”, Observation “Observasi” dan Plan “rencana”) apabila terjadi hal hal yang membuat ide tersebut tertunda atau mandek.
 
2. Berani mengambil risiko 
Seseorang dikatakan wirausaha apabila memiliki sifat berani mengambil risiko, hal ini tentu saja harus sejalan dengan perencanaan yang sebelumnya telah dilakukan serta pengamatan yang dilakukannya terhadap ide yang dimilikinya.
 
3. Memiliki semangat dan kemauan keras 
Seorang dapat dikatakan wirausaha selain berani mengambil risiko haruslah memiliki semangat dan kemauan yang keras untuk sukses
 
4. Memiliki analisis yang tepat 
Seseorang dapat dikatakan wirausaha apabila memiliki pengetahuan yang tepat untuk membuat analisis yang tepat, diusahakan mendekati 100 % benar
 
5. Tidak konsumtif 
Ini adalah penyakit untuk masa sekarang. Seorang wirausaha haruslah tidak konsumtif atau setidaknya, konsumsinya jauh lebih sedikit dari penghasilannya
 
6. Memiliki jiwa pemimpin 
Jiwa pemimpin harus dimiliki seorang wirausaha. Dengan ini, mereka mampu mengembangkan usaha mereka menjadi lebih maju.
 
7. Berorientasi pada masa depan 
Sudah jelas, bila anda seorang wirausaha yang inovatif dan kreatif dan memiliki ciri ciri wirausaha yang lain maka anda akan memiliki kemampuan ini

Ciri ciri kewirausahawan yang handal dan profesional

Ciri ciri kewirausahawan yang handal dan profesional 

  1. Yakin terhadap produk yang dimiliki 
  2. Mengenal sangat banyak produknya 
  3. Tidak berdebat dengan calon pelanggan 
  4. Komunikatif dan negosiasi Ramah dalam pelayanan 
  5. Santun Jujur dan berani
  6. Menciptakan transaksi .

Pengertian Kewirausahaan

Pengertian Kewirausahaan

Pengertian kewirausahaan secara umum adalah kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.

Menurut Drs. Joko Untoro bahwa kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain 


Dalam buku Entrepreneurial Finance oleh J.Leach Ronald Melicher bahwa kewirausahaan adalah sebuah proses dalam merubah ide menjadi kesempatan komersil dan menciptakan nilai (harga) “Process of changing ideas into commercial opportunities and creating value”


Dalam buku Entrepreneurship: Determinant and Policy in European-Us Comparison bahwa kewirausahaan adalah proses mempersepsikan, menciptakan, dan mengejar peluang ekonomi “process of perceiving, creating, and pursuing economic opportunities“. Akan tetapi dikatakan dalam buku tersebut, bahwa proses dari kewirausahaan itu sendiri sulit untuk diukur.


Menurut Bapak Eddy Soeryanto Soegoto bahwa kewirausahaan atau entrepreneurship adalah usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.

Pengertian kewirausahaan menurut Ahmad Sanusi (1994) kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis 
 
Pengertian kewirausahaan menurut bapak Soeharto Prawiro (1997) adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai usaha dan mengembangkan usaha.

Pengertian kewirausahaan menurut Drucker (1959) bahwa kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda 

Pengertian kewirausahaan menurut Zimmerer (1996) adalah suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha 
 
Pengertian kewirausahaan menurut Siswanto Sudomo (1989) Kewirausahaan atau entrepreneurship adalah segala sesuatu yang penting mengenai seorang wirausaha, yakni orang yang memiliki sifat bekerja keras dan berkorban, memusatkan segala daya dan berani mengambil risiko untuk mewujudkan gagasannya 
 

Pengaruh Lingkungan Bisnis

Pengaruh Lingkungan Bisnis


Perkembangan masyarakat sangat dipengaruhi perkembangan masyarakat, baik lingkungan alam maupun lingkungan social kemasyarakatan.


Faktor lingkungan tersebut dapat berupa :


a. Faktor alam :
Faktor lingkungan alam sangat berpengaruh terhadap kesempatan bisnis beserta perkembangannya. Suatu Negara kaya akan lahan pertanian yang subur seperti Indonesia akan lebih cenderung untuk mengembangkan kesempatan bisnis dari hasil-hasil pertanian.


b. Faktor ekonomi :
Faktor ekonomi akan sangat mempengaruhi potensi dunia usaha. Kondisi Ekonomi yang tumbuh (growth) akan mengakibatkan naiknya penghasilan masyarakat yang akhirnya akan meningkatkan kebutuhan masyarakat.


c. Faktor teknologi :
Teknologi merupakan ilmu yang mengupayakan agar selalu tercipta metode-metode kerja yang lebih baik dalam melakukan suatu pekerjaan.


d. Faktor budaya :
Perkembangan yang bagus dan menarik di tanah air saat ini adalah kesadaran untuk melestarikan budaya tradisional milik bangsa. Kondisi ini memiliki manfaat ganda yaitu pertama menangkal masuknya budaya asing yang kurang sesuai dengan budaya kita dan kedua adalah menjadikan bisnis kita menjadi raja dinegeri sendiri.


e. Faktor pemerintah :
Kebijaksanaan pemerintah akan sangat mempengaruhi kesempatan bisnis maupun kondisi bisnis pada umumnya. Kebijaksanaan DEREGULASI yang dilakukan pemerintah selama ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnis kita yang semakin mantap baik dalam hal volume omset maupun daya saingnya.

Faktor Yang Mempengaruhi Lingkungan Bisnis

Faktor Yang Mempengaruhi Lingkungan Bisnis


Pengaruh lingkungan bisnis terhadap perusahaan sangat besar pengaruhnya, Karena lingkungan bisnis sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup masyarakat.


Terdapat faktor yang mempengaruhi lingkungan bisnis yaitu :

a. Faktor Pendudukan :
Kependudukan karena orang banyak yang membentuk pasar. Perkembangan kependudukan dari waktu kewaktu yang terus meningkat dapat merupakan suatu peluang. Pertumbuhan jumlah penduduk merupakan pertumbuhan permintaan terhadap barang-barang yang dibutuhkan.


b. Faktor Ekonomi :
Pasar membutuhkan daya beli seperti orang banyak. Daya beli keseluruhan merupakan fungsi dari pendapatan saat itu, tabungan dan kredit yang tersedia. Para pemasar perlu menyadari kecenderungan itu dalam lingkungan ekonomi.

Lingkungan Bisnis

Lingkungan Bisnis


Lingkungan Bisnis adalah faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan. Lingkungan tidak akan berubah dengan perlahan dan dapat diramalkan, tetapi mampu menghasilkan kejutan-kejutan besar karena lingkungan pemasaran akan selalu berada pada perubahan yang terus menerus sehingga dapat mempengaruhi perusahaan.


1. Man
Disamping sebagai tenaga kerja, manusia merupakan konsumen produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Pengelolaan, terhadap tenaga kerja bagi perusahaan merupakan hal yang penting.
2. Money
Modal usaha adalah permodalan yang digunakan untuk membeli peralatan – peralatan produksi, bahan baku, membayar tenaga kerja dan membiayai transportasi.
3. Material
Faktor pendukung proses produksi misalnya bahan baku, bahan pembantu dan tanah.
4. Metode
Suatu pelaksanaan kerja produktif. Agar manajemen di perusahaan pengelolaannya berjalan dengan baik.
5. Place
Saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan prosuk sampai ke konsumen atau berbagai aktivitas perusahaan yang mengupayakan agar produk sampai ke tangan konsumen.

Pengertian Sistem Bisnis

Pengertian Sistem Bisnis

Sistem Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi)yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.

Input Bisnis :

  1. SDA 
  2. Modal
  3. Bahan Baku
  4. Peralatn Mesin
  5. Tanah Dan Bangunan
  6. Teknologi


Process :


Menggunakan berbagai teknologi. Misalnya, industri ada yang menggunakan teknologi maju untuk menghasilkan nilai tambah yang tinggi bagi perekonomian tetapi ada juga sektor industri yang menggunakan teknologi industri.

Feedback :

Digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan

Environment : 

Pemanfaatan teknologi informasi dalam bentuk elektronik guna menyampaikan, mengenalakan, bahkan mengajak masyarakat luas pada umumnya untuk memahami pentingnya lingkungan disekitar kita yang perlu dijaga dan dijadikan milik yang harus dilestraikan.

Klasifikasi Bisnis dan Usaha


Klasifikasi Bisnis dan Usaha

  • Usaha Pertanian => Sektor agro bisnis meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, sayuran, buah-buahan dan lain-lain.
  • Usaha Produksi Bahan Mentah => misalnya yang bergerak apda bidag kehutanan, pertambangan, perikanan air tawar dan laut, karet dan lain-lain. Berbeda dengan usaha pertanian yang produknya dikonsumsi secara langsung, produksi bahan mentah ini diperuntukan untuk diolah kembali.
  • Usaha Pabrik / Manufaktur => Kelanjutan usaha bahan mentah, bisnis ini mengolah bahan baku menjadi bahan jadi.
  • Usaha Konstruksi => Bergerak dalam bidang pembangunan, seperti pembangunan gedung, jalan raya dan lain-lain.
  • Usaha Perdagangan Besar dan Perdagangan Kecil => Bergerak dalam bidang perdagangan, sebagai perantara antara produsen dan konsumen.
  • Usaha Transportasi dan Komunikasi => Usaha transportasi membantu mobilitas masyarakat juga penyaluran barang dari produsen ke pedagang besar hingga konsumen. Demikian halnya dengan komunikasi seperti telefon, radio, televisi dan lainnya menjadikan komunikasi bisnis dan masyarakat menjadi efektif dan efisien.
  • Usaha Finansial, Asuransi dan Real Estate => Usaha financial umumnya memberi kemudahan dalam hal kredit permodalan, asuransi membantu mengurangi resiko usaha dan masyarakat, sedangkan real estate menyediakan perencanaan hunian yang sehat dengan cicilan bagi masyarakat.
  • Usaha Jasa => Perusahaan jasa adalah suatu unit usaha yang kegiatannya memproduksi produk yang tidak berwujud (jasa), dengan tujuan untuk mendapatkan laba atau keuntungan. Atau perusahaan jasa dapat diartikan juga sebagai suatu perusahaan yang menjual jasa yang diproduksinya, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para konsumen dan mendapatkan keuntungan.
  • Pemerintah => Pemerintah sebagai pembeli terbesar barang dan jasa mengambil peranan terbesar dalam perekonomian. Bisnis pemerintah banyak menyerap tenaga kerja serta menghasilkan produk untuk kepentingan masyarakat dan bernegara itu sendiri.

Macam-macam bisnis menurut aktivitasnya


Macam-macam bisnis menurut aktivitasnya

Seperti pengertiannya, bisnis itu berasal dari kata busy artinya sibuk, kalau sibuk pasti ada aktivitas yang dikerjakannya.Menurut aktivitasnya binis sendiri juga masih dibagi lagi menjadi 5 bagian, yaitu :

  1. Bisnis yang aktivitasnya berupa pengolahan barang real/non jasa/barang fisik. Bisnis model ini biasa disebut dengan bisnis manufaktur. Contoh bisnis manufaktur adalah bisnis properti, pembuatan tempe, tahu, dll. Intinya yang memproduksi barang yang nyata.
  2. Yang kedua adalah bisnis yang menawarkan benda non-real yang biasa disebtu bisnis jasa. Bisnis jasa ini juga tak kalah profitnya dengan barang real, contoh jasa yang biasa dilakukan adalah jasa konsultan bisnis, jasa les privat, tukang cukur rambut, dll.
  3. Ketiga adalah distributor dan pengecer, kalau manufaktur bisa dikatakan produsennya, dan produk yang dihasilkan tersebut harus sampai ditangan konsumen. Nah, disinilah fungsi distributor serta pengecer yang bertugas untuk mendistribusikan barang kepada konsumen secara langsung. Contohnya adalah warung waralaba (indomaret, alfamart), warung kelontong, dll.
  4. Bisnis produksi bahan mentah atau bisnis pertambangan serta pertanian, artinya memproduksi barang-barang mentah yang ada di alam untuk diolah menjadi barang produk yang layak jual. Seperti minyak bumi, batu bara, dll.
  5. Bisnis utilitas, bisnis ini mirip dengan jasa tetapi secara luas untuk publik. Misalkan PLN yang menjual listrik, PDAM yang menjual air. Biasanya ini didanai oleh pemerintah.
  6. Terakhir adalah bisnis transportasi, kita bisa mendapatkan keuntungan dengan mengantarkan individu/barang ke lokasi lain. Misalnya jasa travel, agen pengiriman seperti JNE, TIKI, POS Indonesia, dll.

Macam-macam Bisnis Menurut Kepemilikannya

Macam-macam Bisnis Menurut Kepemilikannya

Bisnispun juga ada macam-macamnya jika ditinjau dari kepemilikannya. Seperti yang telah dijelaskan diatas, bisnis adalah usaha untuk mencapai profit baik sendiri ataupun dengan orang lain. Nah, ada 4 jenis bisnis menurut kepemilikannya, yaitu :

  1. Perusahaan yang dimiliki hanya seorang saja, artinya semua hal termasuk modal, pelakasanaanya ditanggung hanya satu orang semata. Bisnis ini biasa disebut dengan perusahaan perseorangan.
  2. Setingkat diatasnya adalah perusahaan persekutuan, artinya perusahaan dimiliki, didirikan, dan dilaksanakan secara bersama-sama minimal 2 orang.
  3. Ketiga adalah perusahaan perseroan atau biasa disebut dengan corporation artinya perusahaan tersebut memiliki dewan direksi, yang diawasi oleh direktur. Jika masih bingung perusahaan perseroan ini biasa kita ketemukan dengan embel-embel PT. nama perusahaan.
  4. Terakhir adalah koperasi, koperasi ialah badan usaha yang beranggotakan badan hukum koperasi/orang yang kegiatannya dilandaskan dengan prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan yang berasaskan kekeluargaan. Ide koperasi ini pertama kali dicetuskan oleh bapak Muhammad Hatta, sehingga beliau disebut sebagai bapak koperasi Indonesia.

Fungsi Bisnis

Fungsi Bisnis

Tujuan bisnis yang utama memang mencari profit/laba semaksimal mungkin dengan segala sumber  daya yang ada. Sedangkan fungsi bisnis itu sendiri bisa dikatakan ada 4, yaitu :

  1. Form Utility, adalah fungsi produksi.
  2. Place Utility, adalah fungsi distribusi
  3. Possesive Utility, adalah fungsi penjualan
  4. Time Utility, adalah fungsi pemasaran atau marketing.

Dari ke empat fungsi tersebut memang tidak bisa saling untuk dilepaskan, karena semuanya saling mendukung satu sama lain. Misal, kamu bisa membuat sebuah produk yang luar biasa hebatnya tetapi dalam hal marketing kamu mlempem, maka kamu tidak akan bisa mendapatkan profit dari produk yang kamu buat.

Karena itulah, bisnis diperlukan lebih dari satu orang. Kenapa? Karena satu orang tidak bisa fokus pada 2 hal sekaligus, dan juga fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian.

Karena itulah, jika kamu jago marketing maka alangkah baiknya jika kamu merekrut orang yang mampu membuat produk yang bagus di pasar. Jika keduanya sanggup tersingkron dengan baik maka bisnis kamu akan mampu berjalan dengan maksimal.

 

Referensi :rocketmanajemen.com

Pengertian Bisnis


Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli

Ada beberapa para ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang bisnis, berikut ini akan dijelaskan dengan jelas.

1. Prof. Owen

Bisnis ialah suatu perusahaan yang berkaitan dengan produksi dan distribusi barang untuk dijual kembali ke pasaratau memberikan harga dalam setiap barang ataupun jasa.

2. Urwick dan Hunt

Bisnis ialah setiap perusahan yang memproduksi dan mendistribusikan serta menyediakan barang atau jasa yang diperlukan masyarakat dan atas dasar kesediaannya dalam membeli atau membayar.

3. Mc. Naughton

Bisnis merupakan suatu pertukaran barang, jasa ataupun uang dengan tujuan memperoleh keuntungan.

4. Prof. L. R. Dicksee

Bisnis ialah suatu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan bagi yang berkepentingan atau mengusahakan kegiatan tersebut.

5. William Spregal

Mengatakan bahwa bisnis ialah suatu kegiatan yang berhubungan dengan produksi dan distribusi barang atau jasa yang bisa diklasifikasikan dalam kegiatan-kegiatan bisnis.

6. Hooper

Menyatakan bahwa bisnis merupakan keseluruhan yang kompleks pada bidang-bidang industri dan penjualan, industri dasar, prosesnya, industri manufaktur dan jaringan, insuransi, perbankan, distribusi, transportasi dan lainnya yang kemudian masuk secara menyeluruh dalam dunia bisnis. Tujuannya memperoleh keuntungan bagi yang mengusahakannya.

7. Merriam Webster

Bisnis merupakan segala aktifitas pembuatan dan jual beli barang jasa kemudian ditukar dengan uang, kegiatan atau keja merupakan suatu pekerjaan dan jumlah kegiatan tersebut terselesaikan oleh sebuah perusahaan, pabrik ataupun toko.

8. Brown dan Petrello

Bisnis merupakan suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan masyarakat. Jika kebutuhan masyarakat meningkat, maka jumlah produksinya di tingkatkan agar memenuhi segala kebutuhan masyarakat sambil memperoleh laba.

9. Steinford

Bisnis berarti aktifitas dalam penyediaan barang dan jasa yang diperlukan konsumen.

10. Musselman dan Jackson

Mereka berpendapat bahwa bisnis ialah jumlah keseluruhan aktifitas yang terorganisir dalam bidang perniagaan dan industri penyediaan barang dan jasa agar terpenuhi kebutuhan masyarakat serta dapat memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat.

11. Plowman

Plowma menyatakan Bisnis adalah serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan pembelian ataupun penjualan barang dan jasa yang dilakukan secara berulang-ulang

12. Haney

Haney menyatakan bisnis didefinisikan sebagai aktivitas manusia yang dihubungkan dengan produksi ataupun memperoleh kekayaan melalui pembelian dan penjualan barang.

13. Businessdictionary

Businessdictionary menyatakan bisnis adalah organisasi atau sistem ekonomi di mana barang dan jasa dipertukarkan dalam bentuk uang. Bisnis memerlukan investasi yang besar dan pelanggan untuk menjual output pada sejumlah tertentu untuk mendapatkan (menghailkan) keuntungan. Bukan untuk keuntungan pribadi namun bisnis dapat dimiliki secara pribadi

14. Huat, T Chwee (1990)

Huat, T Chwee menyatakan bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari. Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society.

15. Steinford ( 1979)

Steinford menyatakan Business is an institution which produces goods and services demanded by people.” Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.

16. Griffin dan Ebert (1996)

Griffin dan Ebert menyatakan “Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memilki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memilki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.

17. Hughes dan Kapoor

Hughes dan Kapoor menyatakan Business is an organization that provides goods or services in order toearn provit. Sejalan dengan definisi tersebut, aktifitas bisnis melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan profit (laba). Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba apabila total penerimaan pada suatu periode (Total Revenues) lebih besar dari total biaya (Total Costs) pada periode yang sama. Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis, sehingga melalui laba pelaku bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk meningkatkan laba yang lebih besar.

18. Allan Afuah (2004)

Allan Afuah menyatakan Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit, the goods and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all such efforts within a society or within an industry. Artinya bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri. Orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut Entrepreneur.

19. Glos, Steade dan Lowry (1996)

Glos, Steade dan Lowry menyatakan bisnis adalah sekumpulan aktifitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai sember daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen.

20. Mahmud Machfoed

Mahmud Machfoed menyatakan bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen

Dalam dunia perekonomian, bisnis memiliki karakteristik yakni sebagai berikut:

  1. Lembaga atau institusi atau organisasi sosial dan ekonomi
  2. Berhubungan dengan berbagai barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan manusia.
  3. Mencari laba, profit atau keuntungan.
  4. Menetukan harga yang sesuai
  5. Akan ada kemungkinan mengalami kerugian

Ada tiga hal penting dalam bisnis yaitu: menghasilkan barang dan jasa, mencari profit, dan memaksimalkan kebutuhan konsumen.

Kenali Kekuatan Musuh Anda

Kenali Kekuatan Musuh Anda

Setelah mengenali diri Anda sendiri, langkah berikutnya adalah mengenali musuh. Siapa musuh Anda? Dalam berinvestasi saham, musuh Anda tidak lain adalah saham itu sendiri. Kita semua tahu bahwa investasi saham memiliki risiko yang tinggi, jika tidak mengenali saham dengan baik, kita bisa berakhir dengan kekalahan.

Faktor Penentu Harga Saham

Dalam mengenali musuh Anda, yaitu saham, langkah pertama yang perlu Anda ketahui adalah mengenali faktor penentu naik turunnya harga saham.

Bila kita membeli sebuah saham, maka kita membeli porsi kepemilikan sebuah perusahaan, dan menjadi pemilik perusahaan dengan porsi kecil. Naik turunnya harga saham mencerminkan nilai sebuah perusahaan di mata masyarakat, dan dipengaruhi berbagai faktor mulai dari makro hingga mikro. Faktor-faktor tersebut antara lain:

#1 Kondisi Makro Dunia Usaha

Faktor ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi pemerintah, seperti kebijakan suku bunga. Jika suku bunga tinggi, investor lebih suka menanamkan uangnya di Bank, sehingga menghambat pertumbuhan bisnis perusahaan. Sebaliknya, jika suku bunga rendah, saham menjadi pilihan investor dan perusahaan juga lebih giat berbisnis.

Pertumbuhan ekonomi juga menentukan harga saham, jika ekonomi lesu, maka kinerja perusahaan ikut memburuk dan membuat harga saham turun. Jika ekonomi menguat, prospek perusahaan akan bertambah cerah, demikian pula harga sahamnya. Faktor kestabilan politik pun ikut mempengaruhi kondisi dunia usaha dan juga tentunya harga saham.

 

#2 Kondisi Sektor dan Industri

Kondisi industri di mana suatu perusahaan berada juga mempengaruhi naik turunnya harga saham perusahaan tersebut. industri yang bertumbuh pesat akan melambungkan harga saham perusahaan industri tersebut.

Ambil contoh, sektor pertambangan pada tahun 2007 harga komoditas meroket tajam akibat harga minyak dunia yang naik drastis. Harga-harga saham tambang batubara dan minyak pun ikut naik tajam karena pendapatan melambung dan laba yang dihasilkan semakin besar. Namun ketika tahun 2015 harga minyak dunia turun hingga titik terendahnya, harga saham pertambangan pun mengalami kelesuan hingga banyak yang turun drastis.

#3 Kondisi Fundamental Perusahaan

Kondisi Fundamental perusahaan pastinya mempengaruhi pergerakan harga sahamnya. Apakah perusahaan memiliki manajemen yang solid dan profesional? Seperti apa kondisi keuangan perusahaan? Apakah manajemen dikelola oleh orang yang jujus dan beretika? Hal-hal tersebut sangatlah vital untuk menentukan bagus tidaknya fundamental sebuah perusahaan. Perusahaan berfundamental kokoh biasanya memiliki harga saham yang bagus.

 

#4 Rumor Yang Beredar

Rumor yang beredar di pasar juga mempengaruhi pergerakan harga saham, walaupun hanya sekedar isu dan belum jelas sumbernya. Biasanya rumor perusahaan kecil yang akan diakuisisi dapat menaikkan harga saham perusahaan kecil yang bersangkutan.

 

#5 Aksi Korporasi

Aksi Korporasi dapat berdampak langsung pada kinerja perusahaan baik sekarang maupun di masa mendatang. Aksi korporasi yang dapat dilakukan oleh perusahaan antara lain:

  • RUPS, yaitu Rapat Umum Pemegang Saham, membahas tentang kinerja perusahaan ke depannya. Investor dapat menghadiri RUPS dengan mengajukan KTUR kepada broker dan membawa KTUR ke RUPS.
  • Right Issue, yaitu aksi penambahan lembar saham baru yang dijual kepada investor. Bila investor tidak ingin kepemilikannya terdilusi, maka investor dapat membeli saham pada harga Right Issue yang ditetapkan.
  • Waran, yaitu hak yang diberikan pada investor untuk membeli saham pada harga yang ditentukan oleh penerbit warran.
  • Stock Split, yaitu aksi pemecahan harga saham dengan menambah jumlah lembar saham yang beredar.
  • Reverse Stock Split, yaitu kebalikan dari stock split, adalah aksi mengurangi lembar saham yang beredar untuk memperbesar harga saham yang beredar.
  • Dividen, yaitu aksi pembagian hasil keuntungan kepada investor. Dividen dapat berupa Rupiah, juga dapat berupa saham sesuai ketentuan yang ditetapkan.
  • Buy Back, yaitu aksi pembelian kembai saham yang beredar oleh perusahaan untuk mengurangi kepemilikan publik atas saham tersebut.

#6 Aksi Penipuan Harga

Aksi penipuan harga saham dapat dilakukan melalui perdagangan antara teman sendiri, yang juga dikenal sebagai ‘aksi menggoreng saham’. Biasanya aksi ini dilakukan oleh pemain besar yang memiliki kepentingan untuk mengambil keuntungan dari publik dengan mempermainkan harga saham yang bersangkutan.

Jenis Investor Apakah Anda?

Jenis Investor Apakah Anda?

Langkah terakhir dalam mengenali kekuatan diri Anda adalah dengan mengenali jenis-jenis investor, dan mengenali diri Anda termasuk investor jenis yang mana. Secara kasarnya, ada berbagai tipe investor berdasarkan cara pandang yang dipegangnya dalam membeli saham, antara lain:

  • Friend Investor, yaitu investor yang bergantung pada nasihat teman dalam melakukan keputusan transaksinya untuk membeli atau menjual saham.
  • Scuttlebutt Investor, yaitu investor yang membeli atau menjual saham berdasarkan rumor yang beredar tentang sebuah perusahaan.
  • Economist Investor, yaitu investor yang membeli atau menjual saham berdasarkan peramalan kondisi ekonomi.
  • Technical Investor, yaitu investor yang membeli atau menjual saham berdasarkan analisis terhadap pergerakan harga saham. Analisis ini juga disebut analisis teknikal. Investor ini percaya bahwa perilaku harga saham di masa lalu akan berulang di masa mendatang.
  • Growth Investor, yaitu investor yang membeli saham-saham yang memiliki prospek pertumbuhan laba yang bagus. Bila sebuah perusahaan dapat secara konsisten mencatat pertumbuhan laba, maka seorang Growth Investor akan membeli saham perusahaan tersebut.
  • Value Investor, yaitu investor yang membeli saham berdasarkan perhitungan nilai intrinsik sebuah saham dibandingkan dengan harga saham yang diperdagangkan di pasar. Bila harga saham jauh lebih rendah dibandingkan nilai intrinsiknya, maka seorang Value Investor akan membeli saham tersebut.

Para investor sebaiknya konsisten dalam mendalami sebuah strategi investasi yang diyakininya. Tidak semua investor dapat cocok dengan sebuah gaya atau strategi investasi yang sama. Selain jenis-jenis investor yang disebutkan di atas, ada juga pembagian jenis investor berdasarkan jangka waktu investasinya, yaitu antara lain:

  • Investor Jangka Panjang (Savers), yaitu tipe investor yang membeli dan menyimpan saham untuk jangka waktu yang panjang setidaknya setahun, atau minimal berbulan-bulan. Tujuannya adalah untuk memiliki portofolio investasi yang bisa memberikan hasil investasi yang baik untuk masa depan.
  • Investor Jangka Pendek, yaitu tipe investor yang membeli dan menyimpan saham dengan jangka waktu yang lebih singkat. Seringkali juga disebut swing trader.Investor tipe ini adalah investor yang dapat menikmati naik turunnya harga saham.
  • Daily Trader, yaitu tipe investor saham yang bertransaksi dalam hitungan menit dan jam dalam sehari. Tidak jarang tipe investor ini menggunakan fasilitas margin trading.

Bagaimanakah Temperamen Kepribadian Anda?

Bagaimanakah Temperamen Kepribadian Anda?

Setelah mengetahui tujuan Anda berinvestasi, dan juga kondisi keuangan Anda, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui temperamen kepribadian Anda.

Anda perlu mengetahui temperamen Anda, apakah Anda mudah tersulut emosi? Atau Anda tipe orang yang keras kepala dan tidak mau mendengar orang lain? Atau Anda tipe yang tidak bisa menahan diri dalam mempertaruhkan uang Anda? Atau Anda mudah panik? Atau apakah Anda cukup objektif dalam menilai sesuatu?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu Anda renungkan dalam mengenali kepribadian Anda sebelum Anda mulai berinvestasi saham. Sangat disarankan Anda mempunyai pandangan yang objektif, terbuka, belajar dari kesalahan dan tidak mudah panik atau stres, dan dapat selalu berpikir jernih dalam berinvestasi.